BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam era pembangunan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten yang mempunyai kemampuan intelektual dan mampu mengembangkan profesinya. Untuk itulah dibutuhkan integrasi antara pengembangan tingkat Mahasiswa sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber inspirasi pembangunan nasional, dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir dan melakukan analisa permasalahan secara intelektual berdasarkan basis keilmuan yang telah diperolehnya, dalam melatih kemampuannya di masyarakat, sebelum menyelesaikan studi dan memperoleh gelar kesarjanaannya. Dalam kehidupan bermasyarakat mahasiswa dituntut tidak hanya pandai melakukan kajian permasalahan secara teoritis, namun juga harus terampil dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya.
Peran serta mahasiswa secara nyata dalam masyarakat akan lebih diperlukan. Untuk itulah wawasan dan pengalaman mahasiswa untuk terjun langsung dalam kehidupan masyarakat perlu terus ditingkatkan.Sesuai dengan pemikiran tersebut maka dalam kurikulum pendidikan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor diwajibkan adanya pelaksanaan praktik lapangan bagi mahasiswa.
Praktik Lapangan (PL) adalah salah satu bentuk kegiatan yang diadakan oleh perguruan tinggi dalam usaha mengintegrasikan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Kebijakan ini dilaksanakan agar mahasiswa mampu membekali diri dengan pola pemikiran yang bersifat analitis, kemampuan dalam memecahkan masalah, penemuan-penemuan yang berwawasan ke depan, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan praktik lapangan ini, mahasiswa dituntut mempunyai kemampuan intelektual, terampil sehingga mampu mengembangkan profesinya sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya dan berkaitan dengan mekanisasi. Mempelajari peran mekanisasi pertanian dalam budidaya tebu PT. RAJAWALI II UNIT PG SUBANG, JAWA BARAT, merupakan salah satu cara untuk menggali pengalaman mempelajari permasalahan di lapangan secara langsung. Pentingnya mekanisasi dalam efisiensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta penanganan budidaya tebu dan peningkatan hasil panen.
Selain dari pada itu, pada masa kini dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat menyebabkan perlunya peningkatan produksi bahan pangan pokok. Salah satu jenis bahan pangan pokok bagi rakyat Indonesia adalah gula, dan keberadaannya mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian bangsa. Tentu saja perkembangan industri gula harus selalu ditingkatkan dengan cara mempertahankan tradisi baik yang sudah dijalankan dan mengembangkan riset demi kemajuan perusahaan. Akan tetapi, seringkali terjadinya pengadaan impor gula dari luar negeri. Kondisi di atas adalah dampak dari kemunduran pembangunan  dalam hal industri gula.
Sebagai salah satu perusahaan gula terbesar di Indonesia, PT. PG. Rajawali II memiliki peran penting dalam bagi perkembangan industri gula di negeri ini. Salah satu unit PT. PG. Rajawali II adalah unit PG. Subang. Dalam kegiatan budidaya tebu, PG. Subang telah menerapkan mekanisasi pertanian dalam hal pengadaan, penggunaan, perawatan, dan perbaikan serta manajemen pengoperasian alat mesin tersebut.
Dalam melaksanakan Praktik Lapangan ini, mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing dan pembimbing lapang di tempat pelaksanaan. Salah satu cara untuk menggali pengalaman secara langsung di lapangan adalah dengan pengamatan visual terhadap proses-proses yang terjadi di tempat Praktik Lapangan. Pengamatan ini akan membangkitkan pola pikir yang positif dan ide kreatif, khususnya dalam penyelesaian masalah-masalah yang ada sesuai disiplin ilmu yang dipelajari.
Dalam hal ini, penyusun melakukan pengamatan terhadap penerapan mekanisasi pada poses budidaya tebu, khususnya pada kegiatan perawatan dan perbaikan alat dan mesin pertanian yang digunakan. Adapun kegiatan pengolahan tebu menjadi gula (off farm) merupakan aspek tambahan yang telah dipelajari.Dari hasil pengamatan yang telah dijalankan, diharapkan penyusun mampu mempelajari kondisi teknis dan permasalahan yang riil terjadi di lapangan.
Penerapan mekanisasi yang dilakukan di PG. Subang dapat dijadikan sebagai suatu wawasan, informasi, dan sekaligus pengalaman kerja. Hal tersebut berguna untuk memperdalam dan mengaplikasikan pengetahuan dan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan. Selanjutnya, data dan informasi yang diperoleh selama kegiatan Praktek Lapangan dapat digunakan untuk keperluan penyelenggaraan kegiatan akademik bagi Departemen Teknik Mesin Dan Biosistem IPB secara khusus, serta untuk kepentingan penelitian mengenai mekanisasi secara umum, selain itu data dan informasi dapat digunakan untuk keperluan akademik mahasiswa yang diharapkan dapat memberikan masukan sebagai pembanding pada kegiatan  yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus sebagai referensi untuk melakukan perbaikan. Selain itu, data dan informasi ini merupakan pembanding dengan aspek-aspek teoritis yang telah didapatkan selama kuliah.

1.2. Tujuan
1.2.1. Tujuan instruksional pelaksanaan praktik lapangan ini adalah :
1.    Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta memberikan gambaran yang luas kepada mahasiswa, melalui latihan kerja, mengenai aplikasi dari mekanisasi pertanian yang diterapkan di lapangan.
2.    Meningkatkan sikap mandiri, kreatif dan inovatif sehingga mahasiswa mampu mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan  permasalahan sesuai dengan bidang keahliannya di lapangan secara sistematis dan interdisiplin.
3.    Mempelajari aspek kinerja penggunaan, pemeliharaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya tebu, serta penanganan pasca-panen hasil perkebunan di PT. Rajawali II Unit PG Subang, Jawa Barat.
1.2.2. Tujuan institusional pelaksanaan praktik lapangan ini adalah :
Memperkenalkan dan mendekatkan IPB, khususnya Fakultas Teknologi Pertanian, dengan masyarakat dan mendapatkan masukan bagi penyusunan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kemajuan imu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat pengguna.

1.3. Pelaksanaan Kegiatan
1.3.1 Metodologi
Metodologi pelaksanaan praktik lapangan ini dilakukan dengan kegiatan pengamatan lapang, wawancara, kerja mandiri atau kerja terbimbing, pengambilan data dan studi pustaka.
1.    Pengamatan Lapang
Pengamatan langsung terhadap penggunaan, pemeliharaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya dan penanganan pasca-panen hasil perkebunan yang diterapkan di lokasi perkebunan.
2.  Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap pihak-pihak yang terkait sesuai dengan topik yang ada. Wawancara berupa pengumpulan informasi dan data yang berhubungan dengan penggunaan alsintan pada penanganan dan pengolahan komoditi yang ada.

3.     Kerja Mandiri atau Kerja Terbimbing
Mahasiswa ikut terlibat atau membantu dalam pengaturan sistem dan kegiatan produksi yang dilaksanakan di industri untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
4.    Pengambilan Data
Pengumpulan data tertulis mengenai berbagai alat dan mesin pertanian(alsintan) yang dibutuhkan dan digunakan; efektivitas dan efisiensi penggunaan alsintan; sarana produksi yang tersedia; pengaplikasian keteknikan pertanian (mekanisasi pertanian) dalam budidaya dan pengolahan gula tebu, mulai dari penerapan dan pemeliharaan alsintan, pengolahan tanah, penanaman bibit tebu, pemeliharaan dan pemupukan tanaman tebu, pemanenan tebu, penanganan pasca-panen; pemasokan bahan baku pengolahan gula tebu, proses produksi, penanganan hasil produksi berupa gula tebu, pengemasan, dan pemasaran; pengelolaan limbah hasil produksi; serta hal-hal lain yang terkait dengannya.
5.    Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi dan literatur yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan, baik berasal dari studi pustaka maupun data dan informasi yang diperoleh dari industri.Studi pustaka juga sebagai data pelengkap dan perbandingan, serta mencari alternatif pemecahan permasalahan sesuai dengan ilmu yang dikaji dan pendapat para ahli mengenai hal tersebut.

1.3.2. Aspek yang Dikaji
Aspek yang dipelajari selama kegiatan praktik lapangan ini adalah sebagai berikut:
1.     Aspek Umum
Aspek umum yang dikaji adalah profil perusahaan, letak, lokasi, struktur organisasi, sarana dan prasarana di industri, serta ketenagakerjaan.
2.    Aspek Khusus
Aspek khusus yang dikaji sesuai dengan topik yang diajukan, yaitu mempelajari penerapan dan pemeliharaan, serta perbaikan berbagai alat dan mesin pertanian yang digunakan dalam kegiatan budidaya tebu di PT. Rajawali II Unit PG Subang-Jawa Barat, namun kebijaksanaan ada pada pihak perusahaan untuk mempertimbangkan aspek yang akan dikaji secara khusus.
Kegiatan harian yang dilaksanakan dapat dilihat pada lempira 14.

1.3.3. Waktu Kegiatan
Praktik lapangan akan dilaksanakan di PT. Rajawali II Unit PG. Subang, Jawabarat. Alamat Jl. Pasirbungur-Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat. Jangka waktu pelaksanaan praktik lapangan ini selama 40 hari kerja efektif terhitung antara tanggal 25 Juni sampai dengan 10 Agustus 2012. (Kegiatan secara umum yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 1).

Read the rest of this entry »